KOREKSI PEMAHAMAN AHMADIYYAH DAN SALAMULLAH

Bagian 5;

Membandingkan antar Nabi yang satu dengan Nabi lainnya seperti yang dilakukan oleh para penganut Ahmadiyanisme [khususnya Qadiyan] itu dengan membanding2kan Isa dengan Muhammad, Muhammad dengan Musa dan seterusnya adalah satu kelancangan yang hanya ingin menampilkan sosok kelebihan Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai Rasul agar pengklaimannya dapat disetujui.
Bukan pada tempatnya bagi manusia untuk menilai kemuliaan derajat antar para utusan Allah sebab memang manusia pada dasarnya tidak pernah tahu dan tidak pernah mengerti mengenai hal tersebut, penegasan 3:84 ini diulang kembali oleh Allah pada ayat 2:136.
Pada ayat 2:253, 17:55 Allah dengan tegas mengatakan bahwa hanya Dia-lah yang patut mengadakan penilaian ketinggian derajat antar Rasul-Nya. Dan hal ini memang sudah sewajarnya sebab hanya Dia-lah yang lebih mengetahui dan memiliki otoritas penuh dalam menilai apa dan bagaimana karakter masing-masing utusan-Nya itu.
Dalam catatan sejarah AlQur'an dipaparkan bahwa Allah telah melebihkan serta memuliakan para Nabi-Nya seperti Musa [7:144], Daud dan Sulaiman [27:15], Isa Almasih [3:45-46], Muhammad [94:4], Ibrahim [2:124] dan lain sebagainya [Nuh, Ayyub, Harun dll] yang kesemuanya tercantum dalam ayat 4:163, 33:7 dan berbagai ayat lainnya yang tersebar dalam AlQur'an.
Membeda-bedakan para utusan Allah dalam sudut pandang apapun hanya akan menyebabkan diskriminasi yang berkepanjangan yang dapat menyebabkan manusia terjerumus mendewakan salah satu dari mereka dan mencampakkan yang lainnya sehingga menimbulkan fitnah, khurafat dan pelecehan kepada mereka.
Semua Nabi dan Rasul sebelum Muhammad wajib untuk dihormati, mereka semua adalah orang-orang yang suci dan telah mengantarkan kaumnya kepada peradaban yang mengenal nilai-nilai keTuhanan dan juga sebagai penyampai khabar gembira akan kehadiran Rasulullah Muhammad Saw selaku Nabi penutup.
Sekarang kita beralih ke Surah An-Nisa' 152 :
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya dan tidak membedakan seorangpun di antara mereka, kelak Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa' 4:152)
Pada ayat diatas juga disebutkan bahwa "Orang yang Beriman kepada Allah dan para Rasul" ditekankan dengan penambahan kalimat "Dan tidak membedakan seorangpun di antara mereka", jadi kalimat keberimanan orang kepada Tuhan dan Rasul tidak sempurna jika mereka masih saja mengadakan perdebatan mengenai kemuliaan seorang Rasul dari Rasul yang lainnya, namun bagaimanapun juga secara manusiawi adalah wajar bila suatu saat kita lalai dan melakukannya tanpa kita sadari, untuk itulah pada bagian akhir ayat diatas diakhiri dengan pernyataan Allah : "Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Allah Maha Tahu dan Bijaksana, Dia sadar manusia tidak akan bisa lepas dari kefanatikannya kepada para Nabi mereka maka dari itu Allah mengampuni perbuatan kita tersebut dan tidak akan menghukum kita, tetapi Allah juga memberi persyaratan pengampunannya sebagaimana yang tercantum dalam AlQur'an Surah Al-Maidah ayat 39 :
Maka barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri
Maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Ma'idah 5:39)
Setelah sadar kita melakukan kesalahan, kita koreksi diri kita sendiri agar tidak mengulanginya kembali dilain waktu maka bertaubatlah kepada Allah atas kesalahan yang kita buat maka niscaya, jika kita ikhlas melakukannya, maka Allah akan mengampuni kita.
Kembali kita pada pembahasan surah Al-Ahzaab ayat 33 :
"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu.
Tetapi dia adalah Rasul Allah dan
penutup para Nabi
.
Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-Ahzaab 33:40)
Bahwa pada bagian terakhir ayat ini dinyatakan "Allah Maha Mengetahui segala sesuatu", sesungguhnya mengandung pesan dan tujuan yang besar. Persoalan Muhammad sebagai "penutup para Nabi" telah diketahui akan menimbulkan kontroversi dari manusia dengan penafsirannya yang berjuta macam.
Jemaah Ahmadiyyah menolak arti dari "Khatamannabi" sebagai kepenutupan Rasulullah Muhammad Saw sebagai Nabi Allah yang berarti terputusnya rantai wahyu kepada manusia dan pernyataan semacam ini justru merendahkan keagungan Nabi Muhammad dan sebagai penghalang rahmat kenabian kepada umat.
Menurut hemat penulis, adalah sesuatu hal yang muskyil sekali apabila rahmat Allah akan menjadi terputus dengan posisi Muhammad selaku Nabi penutup, tidak ada satupun rahmat Allah yang dapat terputus dan tidak ada sesuatu yang mampu menghalangi kehendak-Nya apabila Dia sudah menetapkan perkara sesuatu.
"Apapun rahmat yang Allah limpahkan untuk manusia, maka tidak ada sesuatupun yang bisa menghalanginya, dan apa-apa yang Dia tahan maka tidak ada sesuatupun yang dapat melepaskannya."
(Qs. fathir 35:2)
"Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melewati batas atas diri kalian sendiri, janganlah kamu berputus harapan dari rahmat Allah; sungguh Allah mengampunkan semua dosa-dosa karena Dia adalah Pengampun, Penyayang."
(Qs. az-Zumar 39:53)
"Sesungguhnya, orang-orang yang benci kepada kamu, itulah orang yang terputus."
(Qs. al-Kautsar 108:3)
Dalam artikel "Perbedaan Nabi dan Rasul" telah penulis catatkan secara rinci dengan penguraian yang panjang lebar dimana letak beda posisi seorang Nabi dengan posisi seseorang selaku Rasul.
Bahwa pintu kenabian telah tertutup semenjak datangnya Nabi Muhammad Saw dengan ajaran Islam yang universal dan sempurna bagi umat manusia sepanjang masa dan jaman, namun pintu ke-Rasulan akan tetap berjalan seiring dengan peradaban manusia yang ada.
Selain itu, dalam salah satu riwayat dikatakan bahwa Nabi Saw telah bersabda :
"Allah tidak akan mengirimkan Nabi lagi sesudahku, tetapi hanya Mubashshirat" Dia menukas: Apakah al-Mubashshirat tersebut ?. Lanjut beliau : Mimpi yang baik serta petunjuk yang benar.".
(Musnad Ahmad, Marwiyat Abu Tufail, Nasa'i, Abu Dawud)
Disini Rasulullah banyak memberikan arahan bahwa sepeninggal beliau Saw, tidak akan pernah ada lagi Nabi yang diutus untuk umat manusia, namun keterputusan wahyu kenabian ini tidak pernah menghalangi wahyu kebaikan bagi diri manusia, selama peradaban masih ada, langit tetap biru dan gunung-gunung tetap menjulang maka selama itu pula akan ada hamba-hamba Allah yang Shaleh yang menegakkan kebenaran dan keadilan berdasarkan apa yang sudah diwahyukan Allah melalui Nabi Muhammad Saw.
Allah, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw dalam hadist lainnya, akan menurunkan Mubassyirah dan Mujaddid kepada umat Islam selaku perpanjangan dan keterbukaan rahmat Allah Swt sepeninggal Rasulullah Saw.
Nabi Saw bersabda: "Allah tidak akan mengirimkan Nabi lagi sesudahku, tetapi hanya Mubashshirat"
Dia menukas: Apakah al-Mubashshirat tersebut ?. Lanjutnya : Mimpi yang baik serta petunjuk yang benar.".
(Musnad Ahmad, Marwiyat Abu Tufail, Nasa'i, Abu Dawud)
Dari Abu Hurairah ia menerangkan bahwa Rasulullah Saw bersabda :
"Sesungguhnya Allah Swt akan mengirimkan untuk ummat ini pada permulaan setiap seratus tahun seorang Mujaddid yang akan memperbaharui agama."
(RiwayatAbu Dawud)
Para Mujaddid atau pembaharu yang mendapatkan hikmah (Mubassyirah) inilah yang nantinya akan meneruskan perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam rangka meluruskan dan mengoreksi kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh manusia terhadap ajaran Allah Swt.
Bila dulu masing-masing kaum masih memerlukan kedatangan Nabi-nabi baru guna meluruskan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi terhadap ajaran Nabi sebelumnya, namun dengan turunnya Muhammad Saw yang membawa rahmat bagi seluruh alam, tidak ada lagi yang perlu diluruskan karena ajarannya bersifat universal, menyeluruh dan sangat manusiawi serta ilmiawi.
Risalah Islam yang dibawa oleh Muhammad tersebar keseluruh dunia oleh para sahabat dan kaum Muslimin yang sudah diatur oleh Allah sebagai "utusan-Nya", dalam setiap pergantian abadnya juga diberitakan Allah akan melahirkan manusia-manusia pandai selaku mujaddid yang akan menyelaraskan Sunnah-Nya sesuai dengan konteks jaman yang berlaku saat itu.
Dengan demikian, dari satu sudut pandang ini, umat manusia tidak lagi memerlukan adanya Nabi-nabi baru, manusia sudah memiliki al-Qur'an, manusia sudah memiliki as-Sunnah, manusia juga sudah diperintahkan untuk merujuk pada ahli Bait Nabi dan manusia pun sekarang sudah punya kemampuan ilmiah untuk membuktikan dan menyebarkan ajaran Islam selaku Mujaddid.
Allah sendiri sudah berfirman dalam Surah al-Maidah ayat 3 betapa Risalah yang dibawa oleh Muhammad Saw sudah lengkap dan sempurna, tidak ada lagi yang perlu ditambah atau direnovasi.
"Pada hari ini orang-orang kafir telah berputus asa daripada agama kamu. Karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi hendaklah kamu takut kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agama kamu dan telah Ku-cukupkan atasmu ni'mat-Ku, dan Aku telah ridho Islam itu sebagai agama buat kamu."
(Qs. al-Ma'idah 5:3)
Ibarat sebuah buku yang sudah diperbanyak dan tinggal lagi pihak penerbit atau pihak agen menyebarluaskan buku tersebut kepada masyarakat untuk kemudian para pembaca atau para cendikiawan memberikan penafsiran yang lebih luas terhadap kandungan isi buku tersebut sesuai dengan konteks keadaan yang berlaku (Dalam konteks agama para pembaca atau para cendikiawan inilah yang kita sebut dengan Mujaddid). 


"STUDI KRITIS PEMAHAMAN ISLAM"
Oleh ARMANSYAH

Sponsor link:

0 komentar:

Tafsir Kitab Johanes

Beberapa waktu yang lalu kita sudah membahas Tafsir Kitab Kejadian, Tafsir Kitab Ulangan dan Tafsir Kitab Yesaya yang telah menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad Saw. Dan sekarang, sampailah kita pada Tafsir Kitab Yohanes, baik itu dari pemenuhan ramalan 'Isa al-masih yang diriwayatkan dalam Injil-nya, maupun juga dalam pemenuhan nubuat yang disebutkan sebagai wahyu kepadanya.
Pada Tafsir Kitab Yohanes ini, saya akan mencoba memakai gaya penjabaran atau pendekatan penafsiran dengan menggunakan bahasa Islami didalam memaparkan ayat-ayat yang terdapat dalam Bible.
"Dan tatkala 'Isa putra Maryam berkata: hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kamu, membenarkan Taurat yang turun sebelumku dan memberikan kabar gembira mengenai seorang Rasul sesudahku yang namanya Ahmad." (QS. ash-Shaff 61:6)
Kita semua tahu, pengutusan 'Isa al-Masih terhadap umat Bani Israil adalah sebagai pelanjut risalah Taurat yang telah diturunkan melalui Nabi Musa as lebih kurang 1300 tahun sebelumnya. Dalam satu kalimat lain yang panjang telah diriwayatkan oleh Matius dalam Injil karangannya pada pasal ke-5 ayat 17 hingga 18 bahwa 'Isa pernah bersabda :

"Janganlah engkau menganggap bahwa aku datang untuk menghapus hukum Musa dan ajaran para Nabi. Aku datang bukan untuk menghapuskannya melainkan untuk menggenapkannya. Karena aku berkata kepadamu, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu noktahpun tidak akan dihapuskan dari hukum Taurat sebelum semuanya terjadi."
(Matius 5:17-18)
Apakah yang dimaksud oleh putra Maryam ini bahwa kedatangannya untuk menggenapkan ?
Menggenapi berarti menutupi sesuatu sehingga tidak menjadi ganjil atau bisa juga kita artikan sebagai menyelesaikan sesuatu.
Jika 'Isa bersabda bahwa beliau hadir untuk menggenapi hukum Musa maka disini berarti bahwa 'Isa datang untuk menyelesaikan hukum Musa, menyelesaikan dalam makna menutupi, menuntaskan namun tidak dalam makna meniadakan atau menghapuskan.
Bahwa 'Isa telah hadir ketengah-tengah umatnya, Bani Israil tidak dengan membawa hukum-hukum baru, beliau mengikuti syariat Nabi sebelumnya sebagaimana juga Daud, Sulaiman dan para Nabi setelah Musa yang lain, mereka berkiblat terhadap syariat Taurat.
'Isa dengan wahyu yang beliau terima dari Allah yang disebut sebagai Injil berfungsi sebagai penggenapan hukum-hukum Taurat terhadap Bani Israil, sebab setelah masa kenabiannya ini, tiada akan ada lagi Nabi lain yang diutuskan bagi umat Israil yang berasal dari benih Ya'kub, kerajaan Allah selanjutnya akan diangkat dari mereka oleh sebab keingkaran yang senantiasa mereka perlihatkan.
Untuk hal ini Nabi 'Isa al-Masih telah bersabda dalam salah satu hadistnya yang diriwayatkan oleh Matius pada pasal 21:43 :
"Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah akan diambil darimu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu."
(Matius 21:43)
Hadist ini memiliki kaitan yang erat dengan apa yang telah disabdakan oleh Nabi Musa as sebelumnya kepada umat Bani Israil yang tercatat dalam Kitab Hadist Ulangan pasal 9:12 dan pasal 31:27-28 :
"Bahkan kamu menentang Tuhan sejak aku mengenal kamu."
(Ulangan 9:12)
"Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedang sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap Tuhan, terlebih lagi nanti sesudah aku wafat."
(Ulangan 31:27-28)
Dalam salah satu Hadist qudsi yang tercatat pada Kitab Ulangan pasal 32:21, Allah berfirman :
"Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Tuhan, mereka menimbulkan murka-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan kaumnya dan akan menerbitkan amarahnya dengan satu kaum yang hina." (Ulangan 32:21)
Perjalanan hidup Nabi 'Isa putra Maryam didalam menyampaikan risalah Allah kepada Bani Israil telah mendapatkan tantangan yang hebat dari beberapa pihak, beliau selalu dikejar dan diburu oleh para musuhnya yang telah menganggap kehadiran 'Isa sebagai ancaman bagi kekuasaan dan kehendak mereka.
Yang lebih menyakitkan lagi bagi diri putra Maryam ini, saudara-saudaranya pun tidak memiliki kepercayaan terhadap dirinya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Yohanes pada pasal 7:5
"Saudara-saudaranya sendiripun tidak mempercayainya."(Yohanes 7:5)
Bahkan dalam riwayat Markus pasal 3:21 dinyatakan juga, para keluarga-nya sendiri sudah menganggapnya gila.
"Waktu kaum keluarganya mendengar hal tersebut, mereka datang hendak mengambil dia, sebab kata mereka, dia itu tidak waras lagi."(Markus 7:5)
Kepedihan yang ditanggung 'Isa al-Masih ditambah pula dengan kekecewaannya terhadap para sahabat utamanya yang berjumlah dua belas orang (dalam teologi Nasrani disebut sebagai murid pilihan). Karena mereka semua sama sekali tidak ada satupun yang benar-benar mempercayainya, hingga bahkan pada saat-saat terakhir penangkapan 'Isa al-Masih mereka semua melarikan diri, menyelamatkan dirinya masing-masing dengan meninggalkan putra Maryam seorang diri menghadapi marabahaya.
"'Isa berkata kepada mereka, Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya ?"
(Matius 8:26)
"...dan 'Isa berkata kepada Petrus: wahai orang yang kurang percaya ..."
(Matius 14:31)
"...'Isa berkata kepada para muridnya: Kamu yang kurang percaya, mengapa kamu memperbincangkannya ?"
(Matius 16:8)
"Lalu kata 'Isa kepada mereka, dimanakah kepercayaanmu ?"
(Lukas 8:25)
"Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri."
(Matius 26:56)
Bisa kita rasakan betapa kecewanya 'Isa al-Masih, dan sebagai satu ungkapan rasa kecewanya ini, 'Isa bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Yohanes dalam pasal 16:32 :
"Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan aku seorang diri. Namun aku tidak seorang diri, sebab Allah menyertaiku."
(Yohanes 16:32)
Dan ungkapan rasa kecewanya ini diadukannya kepada Allah yang telah mengutus dirinya sebagai Nabi ketengah-tengah Bani Israil yang senantiasa ingkar dan keterlaluan, tampaknya disini 'Isa al-Masih merasa putus asa untuk memberikan pengajaran kepada umatnya dan mengharapkan Allah memberikan seorang "pembimbing" yang lain kepada mereka karena ia sudah tidak sanggup lagi menghadapi umatnya yang bandel itu.
Diriwayatkan oleh Yohanes dalam pasal 14:16 s.d 14:17
And I will ask the Father, and he shall give you another Paraclete, that he may abide with you for ever. The spirit of truth, whom the world cannot receive, because it seeth him not, nor knoweth him: but you shall know him; because he shall abide with you, and shall be in you." (John 14:16-17 from Douay)
"Dan aku akan memohon kepada Allah, dan Dia akan memberikan kepadamu seorang "Paraclete" yang lain, yang akan dapat menyertai kamu selamanya, "The Spirit of Truth", yang tidak akan diterima oleh dunia sebab dunia tidak melihat dan tidak mengetahuinya tapi kamu mengenalnya. Karena dia akan menyertai dan bersama kamu."
(Yohanes 14:16-17)
Pada pasalnya yang ke 16:7 hingga 16:9, Yohanes meriwayatkan sabda 'Isa selanjutnya :
"Tetapi aku mengatakan ini yang benar kepadamu, bahwa berfaedahlah bagi kamu jikalau aku ini pergi, karena jikalau aku tidak pergi, tiadalah "Paraclete" itu akan datang kepadamu; tetapi jika aku pergi, aku akan memintakannya untukmu. Dan bilamana dia sudah datang, dia akan menerangkan kepada isi dunia ini mengenai dosa dan keadilan serta hukuman dari dosa, sebab mereka tidak mempercayaiku."(Yohanes 16:7-9)
Dalam pasal 16:12 s.d. 16:15 ditambahkan :
"I have many more things to say to you, but you cannot bear them now. But when He, the Spirit of truth, comes, He will guide you into all the truth; for He will not speak on His own initiative, but whatever He hears, He will speak; and He will disclose to you what is to come. He shall glorify Me; for He shall take of Mine, and shall disclose it to you. All things that the Father has are Mine; therefore I said, that He takes of Mine, and will disclose it to you."
(
John 16:12-15 from New American Standard Bible (NASB))
"Sebenarnya, masih banyak perkara yang hendak kukatakan kepadamu, namun kamu tidak bisa menerimanya sekarang. Tetapi apabila dia, "The Spirit of Truth" telah datang, dia akan mengajarkanmu seluruh hal tentang kebenaran, sebab dia tidak akan berkata-kata menurut kehendaknya sendiri, tetapi apasaja yang akan dia dengar itulah yang akan dikatakannya. Dia akan mengabarkan kepadamu semua perkara yang akan datang."
"Maka ia akan memuliakan aku, karena ia akan mengambil daripada hakku, lalu mengabarkannya kepadamu, segala sesuatu yang hak Allah itu juga hakku, oleh sebab itu aku berkata, bahwa diambilnya daripada hakku, lalu dikabarkannya kepadamu."(Yohanes 16:12-15)
Pada pasal 14:26 juga diriwayatkan :
"Tetapi sang "Paraclete", "The Holy Spirit" yang akan diutus Allah karenaku, dia akan mengajarkan kepadamu seluruh perkara dan akan mengingatkan kepadamu apa yang telah kusabdakan padamu."(Yohanes 14:26)
Dan juga pasal 15:25 s.d. 15:26
"But they have done this in order that the word may be fulfilled that is written in their Law, 'They hated Me without a cause.' When the Helper comes, whom I will send to you from the Father, that is the Spirit of truth, who proceeds from the Father, He will bear witness of Me." (John 15:25-26 from New American Standard Bible (NASB))
"But that the word may be fulfilled which is written in their law: They hated me without cause. But when the Paraclete cometh, whom I will send you from the Father, the Spirit of truth, who proceedeth from the Father, he shall give testimony of me." (John 14:16-17 from Douay)
"Tetapi telah terpenuhilah nubuat yang tertulis dalam hukum Taurat mereka, mereka membenciku tanpa sebab. Namun ketika sang "Paraclete" yang kupintakan kepada Allah, "The Spirit of Truth", yang akan diberikan oleh Allah telah datang, dia akan memberikan kesaksian tentang aku."
(Yohanes 15:25-26)
Begitulah akhirnya, setelah tantangan demi tantangan dihadapi oleh 'Isa putra Maryam dengan penuh ketabahan dalam menyebarkan risalah Allah, umat Bani Israil tetap tidak mempercayainya.
Dan Allah telah memerintahkan kepada 'Isa al-Masih agar segera menyingkir dari tengah-tengah kaumnya dengan terlebih dahulu memberikan satu nubuat, memberikan satu kabar gembira, yaitu akan hadirnya seorang "Paraclete" lain setelah kepergiannya sebagaimana permintaan dari 'Isa al-Masih sendiri.
Kata "Paraclete" sebagaimana yang anda baca diatas saya ambil dari "Bible Douay", yaitu kitab Bible tertua milik orang-orang Katholik Roma (dikenal juga sebagai RCV = Roman Catholic Version) yang diterbitkan di Rheims pada tahun 1582 dari terjemahan Injil berbahasa Latin Jerome dan direproduksi di Douay tahun 1609, untuk meyakinkan anda semuanya, maka anda bisa membaca kata ini pada alamat yang saya berikan berikut : http://www.cybercomm.net/~dcon/NT/john.html
(catatan : Bible "Douay" ini tidak diakui oleh kaum Protestan serta "cults" atau sekte-sekte Nasrani "Bid'ah" lainnya, sebab didalam kitab ini terdapat 7 kitab yang kebenarannya diragukan. Dan mengenai 7 kitab ini bisa anda link pada web site "Noncanonical Homepage" atau juga yang alamat ini http://www.tparents.org/Lib-Bib-Rsv.htm
Sedangkan menurut apa yang tertulis dalam web site bertitle-kan "Adakah Muhammad diramalkan di dalam Injil?" yang merupakan terjemahan dari web site Answering-Islam , "IS THERE A PREDICTION OF MUHAMMAD IN THE INJIL?" telah diterangkan :
"Nashkhah-nashkhah Yunani Mengesahkah 'Parakletos'.
Kalaulah ada apa-apa yang dicurigai bagaimana perkataan ini ditulis, adalah mudah sekali bagi merujuk kepada nashkhah-nashkhah yang sedia ada.
Sesiapa pun boleh memeriksa dokumen-dokumen dan nashkhah-nashkhah (termasuk kedua-dua yang paling tua, 'Codex Siniaticus' dan 'Codex Alexandrinus' yang terdapat di British Museum di London). Terdapat lebih daripada 70 buah nashkhah-nashkhah Yunani bagi Kitab Injil yang bertarikh sebelum kedatangannya Muhammad."
Dan dalam alamat http://www.ridgecrest.ca.us/~immanuel/grow/jwclass/LESSON7.html didapati pengertian dari kata "Paracletos" yaitu sebagai "Helper, Comforter (Greek - parakletos - an intercessor, consoler - advocate, comforter)".
Jadi kesimpulannya, yang dimaksudkan dengan Paraclete atau Paracletos adalah seorang Pembela perkara, pengacara, penasehat, penolong serta penghibur. Dalam kitab hadistnya yang bernama Injil, Yohanes, salah seorang Nasrani telah meriwayatkan nubuatan 'Isa al-Masih akan kedatangan seorang "Paraclete" yang lain, kedatangan seorang penolong yang lain atau seorang pembela yang akan datang setelah kepergian dirinya dari tengah-tengah umat Bani Israil.
Sang Paraclete yang lain ini menurut 'Isa al-Masih adalah "The Holy Spirit" dan ini tercantum dalam Yohanes 14:26. Sebelum kita membahas lebih lanjut, ada sedikit catatan yang akan saya tuliskan disini.
Bahwa para Ahli Kitab telah sering membuat kesalahan dalam penterjemahan kalimat Yohanes 14:26 ini, dalam kebanyakan terjemahan Bible, kata "Pneuma" yaitu kata Yunani untuk "Spirit" telah diartikan sebagai "Ghost", sehingga terjemahannya bukan sebagai "The Holy Spirit" (Jiwa atau Roh yang suci), melainkan "The Holy Ghost" (Hantu atau Bayangan Suci).
Anda bisa membuktikan langsung pada Bible yang anda miliki, umpamanya saya refer pada Software Bible Plus (King James Version) yang bisa anda download pada alamat ftp://zdftp.zdnet.com/pub/private/sWlIB/home_hobby/religion/wbib.zip telah mempergunakan kata "Holy Ghost", begitu juga dengan Bible "Douay" alias Roman Catholic Version yang bisa anda baca dialamat http://www.cybercomm.net/~dcon/NT/john.html telah tertulis sebagai "Holy Ghost".
Namun apabila anda memiliki Bible Revised Standard Version, yaitu Bible revisi terbaru, maka anda akan menemukan kalimat tersebut diterjemahkan sebagai "Holy Spirit", atau bila anda tidak ingin membuka-buka kitab Bible anda secara manual anda bisa melakukan rujukan pada dengan alamat http://www.eliyah.com/Scripture/, disana anda juga akan menemukan kembali terjemahan "The Holy Spirit" sebagaimana terjemahan RSV diatas.
Dalam hal ini, The Revised Standard Version serta The Restored Name King James Version of the Scriptures sudah menterjemahkan secara tepat makna dari kata Yunani Pneuma yang terdapat dalam naskah Bible (manuskrip).
Dan karena itu kita mengatakan dengan simple bahwa makna Paraclete yang disebutkan oleh 'Isa putra Maryam sebagai The Holy Spirit adalah Nabi yang suci.
Kenapa begitu ?
Anda buka kitab 1 Yohanes 4:1 menyebutkan :
"Saudara-saudara sekalian, janganlah percaya kepada setiap "Spirit", tetapi ujilah "The Spirits" tersebut apakah mereka berasal dari Allah. Sebab banyak "The False Prophets" yang telah muncul dan pergi keseluruh dunia."(1 Johanes 4:1)
Kita lihat disana bahwa kata Spirit yang dipergunakan disini sama dengan Prophet, atau kata "Jiwa/Roh" = "Nabi".
Dalam Bible C.I.Scofield's Authorized King James Version" ketika sampai pada kata 'Spirit atau Roh' yang pertama pada ayat 1 Yohanes 4:1 tersebut, diarahkan agar para pembacanya membandingkan dengan yang tertera dalam Matius 7:15.
"Waspadalah terhadap "false prophets" yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas."
(Matius 7:15)
Dengan perbandingan ini kita semakin mengetahui bahwa "Nabi yang salah adalah Roh yang salah", jadi kalimat Spirit" = "Prophet" didalam Tafsir Yohanes dan Matius.
Dan Yohanes terus memberikan kepada kita petunjuk atau kriteria sebagai Nabi atau Roh mana yang benar dan Nabi atau Roh mana yang salah.
"Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa 'Isa al-Masih telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah."
(1 Yohanes 4:2)
Berdasarkan penafsiran Yohanes sendiri pada ayat 1 sebelumnya bahwa kata Roh sama dengan kata Nabi.
Jadi ayat 2 "Roh Allah" akan memiliki arti "Nabi Allah" dan "setiap Roh" sama dengan "setiap Nabi".
Maka Paraclete atau Paracletos yang telah dimaksudkan oleh 'Isa al-Masih adalah seorang Nabi Allah yang suci, Nabi yang benar (dalam Yohanes 14:17 juga disebut dengan nama "the Spirit of truth") yang akan datang setelah kepergian dirinya dan menyatakan kesaksian mengenai kemanusiaan 'Isa al-Masih dan memuliakannya sekaligus berfungsi sebagai pembimbing, mewajibkan tegaknya supremasi hukum kepada dunia, baik perihal duniawi (yaitu keadilan) maupun rohani (yaitu perihal dosa).
Sang Paraclete ini suatu gambaran yang tepat bagi diri Nabi Muhammad Saw yang telah datang lebih kurang 600 tahun setelah kepergian 'Isa al-Masih dari kalangan Bani Israil yang memenuhi Nubuatan Nabi Musa pada Kitab Ulangan 18:15 dan 18:18 bahwa Nabi tersebut datang dari saudara Bani Israil sekaligus juga memenuhi nubuat Allah sendiri pada Hadist Qudsi-Nya di Ulangan 32:21 untuk membangkitkan kecemburuan dari satu kaum yang dianggap hina oleh Bani Israil, yaitu Bani Ismail, leluhur Nabi Muhammad Saw.
Parakletos dalam arti 'Pembela perkara, pengacara, advokat' menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Saw yang membela seluruh dakwahan mengenai 'Isa al-Masih yang kenabiannya ditolak oleh umat Bani Israil dan menuduhnya sebagai anak haram yang telah terbunuh diatas kayu salib terkutuk sekaligus membela 'Isa al-Masih dari dakwahan sebagian umat Nasrani yang mengatakan bahwa dirinya adalah anak dari Tuhan atau Tuhan yang melakukan inkarnasi kebumi.
"If I alone bear witness of Myself, My testimony is not true. There is another who bears witness of Me, and I know that the testimony which He bears of Me is true. You have sent to John, and he has borne witness to the truth. But the witness which I receive is not from man, but I say these things that you may be saved. He was the lamp that was burning and was shining and you were willing to rejoice for a while in his light. But the witness which I have is greater than that of John; for the works which the Father has given Me to accomplish, the very works that I do, bear witness of Me, that the Father has sent Me."
(
John 5:31-36 from New American Standard Bible (NASB))
"Seandainya aku bersaksi akan diriku maka kesaksianku itu tidak akan diterima, akan ada orang lain yang akan memberikan kesaksian mengenaiku dan aku tahu kesaksiannya tentang diriku adalah benar."
(Yohanes 5:31-32)
Nabi Muhammad Saw telah datang dan mengadakan persaksian terhadap kebenaran risalah 'Isa al-Masih, Nabi Muhammad Saw sebagaimana sabda 'Isa diatas, tidak akan membuat persaksian terhadap diri 'Isa berdasarkan kehendak dirinya sendiri, sebab kesaksian itu bukan berasal dari manusia, melainkan berasal dari Allah, yaitu wahyu yang diberikan oleh Allah untuk memberi penjelasan kepada manusia perihal kejadian yang sebenarnya melalui Nabi-Nya, Muhammad Saw.
Nabi Muhammad Saw merupakan Nabi yang memiliki kebesaran diatas Nabi Yahya as; seperti yang juga digambarkan oleh 'Isa dalam kalimat diatas "But the witness which I have is greater than that of John, pernyataan 'Isa ini serupa pula dengan pernyataan dari Nabi Yahya as yang termaktub dalam riwayat Matius 3:11 :
"I indeed baptize you with water unto repentance: but he that cometh after me is mightier than I, whose shoes I am not worthy to bear: he shall baptize you with the Holy Spirit, and with fire."
(Matthew 3:11)
Jika perkataan Nabi Yahya as diatas kita tujukan pada diri 'Isa al-Masih, itu kurang tepat, sebab 'Isa sudah sendiri datang kepadanya dan minta dibaptiskan yang berarti bahwa Nabi 'Isa al-Masih mengakui kebesaran yang dimiliki oleh Nabi Yahya as dibandingkan dirinya sendiri.
Selain itu, periode kenabian Yahya dan 'Isa al-Masih putra Maryam adalah sejaman, sedangkan menurut penuturan dari Nabi Yahya diatas, bahwa orang yang kebesarannya atau keagungannya itu telah melebihi dirinya akan datang setelah periode kenabiannya, yang berarti orang tersebut tidak sejaman dengan Nabi Yahya itu sendiri.
"Then cometh Jesus from Galilee to Jordan unto John to be baptized of him."
(Matthew 3:13)
Jadi kalimat Nabi Yahya tersebut dimaksudkan untuk kedatangan Muhammad Saw selaku Nabi terakhir dalam jajaran kenabian Tuhan, dimana The Holy Spirit alias Ruh suci dan Api yang dengannya ia akan membaptis orang adalah merupakan kebenaran dan ketegasan dari kenabiannya yang diutus oleh Allah dibawah naungan dua kalimah syahadat; Pengakuan mengenai Keesaan Tuhan serta hukum yang diturunkanNya serta pengakuan terhadap Kerasulan Muhammad Saw al-Amin.
Nabi Muhammad Saw telah memerintahkan kepada umatnya, apabila mendengar nama seorang Nabi, termasuk Nabi Isa (Jesus) disebut, harus mengiringinya dengan kata-kata "alaihis-salaam" yang berarti "Semoga sejahtera atasnya".
Selain itu juga salah satu bentuk kemuliaan Isa Almasih putra Maryam yang disampaikan oleh Rasulullah Saw adalah, didalam al-Qur'an telah disebut nama 'Isa a.s, lebih dari dua puluh lima kali dan digelarinya dengan berbagai gelar dan sifat, diantaranya : 'Isa putra Maryam', 'Seorang Nabi', 'Seorang shaleh', 'Kalimah Allah', 'Masihullah' dan lain sebagainya.
Semuanya menunjukkan bahwa betapa Nabi Muhammad Saw sangat memuliakan 'Isa al-Masih, putra Maryam Rasul Allah sekaligus memberikan kesaksiannya akan kemanusiaan 'Isa sebagaimana yang dituliskan oleh 1 Yohanes 4:2.
Dalam pembahasan terdahulu kita sudah menguraikan bahwa 'Isa al-Masih didalam Bible selalu mengatakan dirinya sebagai "Anak manusia", dan begitu pula halnya dengan Nabi Muhammad Saw, hampir dalam setiap kali penyebutan atau penulisan nama 'Isa selalu disertai dengan kata "putra Maryam" (son of Marry).
Allah sudah berkehendak untuk mengakhiri penderitaan yang dialami oleh 'Isa al-Masih dari aniaya kaumnya, dan 'Isa tidak bisa menolaknya, sebab dia hanyalah seorang hamba dan bukan khaliq. Sebagai seorang hamba, dia wajib tunduk pada apa yang sudah diperintahkan oleh sang penciptanya seperti apa yang telah disabdakannya sendiri :
"Aku tiada dapat berbuat apapun menurut kehendakku; sebab apa yang kudengar, kuputuskan dan ku hukumkan tidak atas keinginanku tetapi atas kehendak Allah yang telah mengutusku."
(Yohanes 5:30)
Muhammad Saw disebutkan oleh 'Isa dalam Yohanes 16:14 s.d. 15 akan mengambil daripada hak 'Isa al-Masih adalah merefer pada kenabian Muhammad Saw yang bersifat universal yang juga akan menggantikan posisi kenabian 'Isa al-Masih ditengah umat Yahudi yang akan memberikan bimbingan kepada mereka, memberikan pengajaran, menunjukkan kebenaran.
Kalimat ini juga dikeluarkan oleh 'Isa al-Masih sebagai konsekwensi dari ucapannya pada Yohanes pasal 16:12 bahwa kaum Bani Israel belumlah sanggup menerima beban berupa perintah Allah yang disampaikan melalui 'Isa masa itu, karenanya dikatakan bahwa dengan kedatangan sang utusan berikutnyalah Bani Israil akan mendapati petunjuk yang seharusnya mereka terima dan mereka dengarkan serta mereka ikuti.
Dan ini tertepati, dimana Nabi Muhammad Saw sebagai Paraclete yang juga bergelar The Spirit of Truth alias al-Amin, mengabarkan kedatangannya untuk memberi pengajaran kepada seluruh manusia, termasuk Bani Israil mengenai Tauhid, hukum, keadilan, perundang-undangan, pola hidup bermasyarakat dan berketuhanan, masalah kebenaran hingga pada masalah hari kiamat yang akan datang, yang kesemuanya itu merupakan refleksi dari nubuatan 'Isa al-Masih bahwa Roh kebenaran itu akan memberitakan segala kebenaran, menyangkut hukum dan perundang-undangan Tuhan serta mengabarkan hal-hal yang akan datang.
Hal-hal yang akan datang ini bila kita merujuk kepada al-Qur'an, adalah berupa mukjizatnya yang berisikan petunjuk-petunjuk kepada manusia dalam bidang ilmu pengetahuan seperti kedokteran, geologi, antariksa, kelautan dan sebagainya hingga pada permasalahan kiamat yang akan terjadi.
Dan seluruhnya ini disebutkan lagi oleh 'Isa al-Masih tidak akan dikatakannya berdasarkan kehendaknya sendiri melainkan segala sesuatu yang didengarnya dari Tuhan itulah yang akan dikatakannya (lihat kembali Yohanes ayat ke-13 dari pasal 16), dan ini sesuai pula dengan pernyataan al-Qur'an mengenai pribadi Nabi Muhammad Saw :
"Wa maa yantiqu anil-hawa in huwa illa wahyun yuuhaa"
"Tidaklah ia itu berkata-kata menurut nafsunya sendiri melainkan apa yang diucapkannya itu adalah wahyu yang diberikan."(QS. an-Najm 53:3-4)
Sang Paraclete ini juga disebutkan oleh 'Isa al-Masih putra Maryam akan mengingatkan Bani Israil akan apa yang pernah disabdakan olehnya kepada mereka.
Hampir mayoritas dari umat Nasrani yang ada sekarang berpahamkan kepada doktrin Trinitas, yaitu suatu paham yang menyatakan keterbagian Tuhan dalam beberapa bagian kecil. Ini sama sekali tidak diajarkan oleh 'Isa al-Masih semasa keberadaannya ditengah-tengah umat Bani Israil. Justru 'Isa al-Masih mengajarkan akan ke-Esaan Allah bukan ketringgulan Allah. Ajaran ini berasal dari seorang musuh besarnya dari Tarsus yang bernama Saul.
Saul telah mengaku mendapatkan mandat dari 'Isa meski tidak ada satupun bukti yang otentik yang dapat diperlihatkannya atas pengakuannya ini. Kedatangan Saul ketengah-tengah Bani Israil terutama ketengah-tengah para sahabat 'Isa justru membuat ajaran al-Masih yang sejati menjadi kacau balau.
'Isa al-Masih telah mengatakan dirinya hanya diutus untuk kaum Israel, namun Saulus mengubahnya, Muhammad Saw datang lalu mengingatkan kembali perihal ini, 'Isa mengatakan dirinya datang bukan sebagai penghapus hukum Taurat, tetapi Saul mengubah hukum Taurat.
"Lebih mudah langit dan bumi lenyap daripada satu titik dari hukum Taurat batal."
(Lukas 16:17)
Nabi Muhammad Saw juga datang untuk mengingatkan kembali kaum Bani Israil dan juga manusia lainnya, 'Isa juga mengatakan bahwa dirinya hanyalah anak manusia dan dia adalah pesuruh Allah, Saul mengubahnya menjadi 'Isa putra Allah dan merupakan Allah itu sendiri, Muhammad datang mengingatkan bahwa benar 'Isa adalah anak manusia, putra Maryam yang diberkahi Allah, dan 'Isa adalah Nabi dan Rasul Allah.
'Isa juga menyeru kepada manusia bahwa Tuhan itu Esa, Tuhan itu satu, tidak ada Tuhan selain Allah, Saul mengubahnya, bahwa Tuhan itu Tiga, dan Tiga adalah satu, Muhammad juga mengingatkan manusia akan misi para Nabi dan Rasul sebelumnya bahwa Tuhan yang benar adalah satu bukan tiga, sama seperti apa yang dikatakan oleh 'Isa, Musa, Ibrahim dan sebagainya.
Itulah Muhammad Saw sang Paraclete agung yang dalam menjalankan misi kenabiannya tidak pernah berkeluh kesah atau putus semangat sebagaimana yang terdapat dalam Tafsir Kitab Yesaya yang pernah kita bahas sebelumnya.
Perjuangannya didalam mensyiarkan ajaran Allah yang sejati tidak tergoyahkan meski untuk itu beliau Saw harus berhadapan dengan kaumnya, menghadapi caci maki dan aniaya, fitnah maupun seringai bahkan hingga harus terusir dari tanah kelahirannya sendiri, Mekkah al-Mukarromah menuju ketanah Madinah persis seperti Musa yang harus hijrah kebumi Median dan 'Isa sendiri harus hijrah dari tanah kelahirannya menuju keberbagai penjuru dunia mencari domba-domba Bani Israel lain dari 10 suku Israil yang tersesat.
Dan sejarah telah mencatat sukses yang dicetak oleh Nabi besar Muhammad Saw ini didalam membangun peradaban umat manusia, ilmu pengetahuan sudah membuktikan akan kebenaran kata demi kata yang keluar dari mulutnya mengenai alam semesta, keagungannya menembus waktu dari jaman kejaman dari satu pulau kepulau yang lainnya diseantero bumi Allah ini.
"Katakanlah: "Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara Rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang memberi penjelasan".
(QS. 46:9)
"Hai manusia ! sungguh, telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Dan telah Kami turunkan untukmu cahaya yang terang".
(QS. An-Nisa' 4:174)
"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:"Bahwa Allah adalah salah satu oknum dari Tritunggal", padahal sekali-kali tiada Tuhan selain Tuhan Yang Satu. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa azab yang pedih."
(QS. Al-Ma'idah 5:73)
"Sungguh, telah kafirlah orang-orang yang berkata :"Allah itu adalah al-Masih putera Maryam". Tanyakanlah:"Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan siapa saja diatas bumi semuanya ?" Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang diantara keduanya; Ia menciptakan apa yang Ia kendaki. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Ma'idah 5:17)
"Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata:"Bahwa Allah ialah al-Masih putera Maryam", padahal al-Masih sendiri berkata:"Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu !". Siapapun mempersekutukan Allah, telah Allah larang kepadanya surga, dan tempat kediamannya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun."
(QS. Al-Ma'idah 5:72)
"Maka jawab 'Isa kepadanya. Hukum yang terutama adalah: Dengarlah wahai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa."
(Markus 12:29)
Demikianlah kiranya, satu kajian penafsiran terhadap Bible secara Islami, semoga membawa manfaat dan kebaikan bagi kita semua.
Bagi anda yang menginginkan bahasan yang serupa didalam bahasa Inggris, bisa anda lihat pada alamat http://wings.buffalo.edu/sa/muslim/library/jesus-say/ch6.3.html


"STUDI KRITIS PEMAHAMAN ISLAM"
Oleh ARMANSYAH

Sponsor link:

0 komentar: