Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

MENJENGUK ANAK KECIL DAN ORANG YANG TIDAK SADAR

Gambar
Menjenguk orang sakit bukan  berarti  semata-mata  membesarkan penderita,   tetapi   hal  itu  juga  merupakan  tindakan  dan perbuatan baik kepada  keluarganya.  Oleh  karena  itu,  tidak apalah  menjenguk  anak  kecil yang belum mumayyiz (belum bisa membedakan antara satu hal dengan lainnya) yang  jatuh  sakit, karena  yang  demikian  itu akan menyenangkan hati keluarganya dan menyebabkannya terhibur. Demikian  pula  dengan  menjenguk orang  sakit yang tidak sadarkan diri, karena menjenguknya itu dapat menyenangkan  hati  keluarganya  dan  meringankan  beban mentalnya.  Kadang-kadang  setelah  yang  sakit  itu sadar dan diberi  kesembuhan  oleh   Allah,   maka   keluarganya   dapat menceritakan  kepadanya  siapa  saja  yang datang menjenguknya ketika ia tidak sadar, dan dengan  informasi  itu  dia  merasa senang.

Didalam  kitab  Shahih  al-Bukhari,  "Bab 'Iyadatush-Shibyan," disebutkan hadits Usamah bin Zaid r.a. bahwa putri  Nabi  saw. mengirim  utusan  ke…

PENGGUGURAN KANDUNGAN YANG DIDASARKAN PADA DIAGNOSIS PENYAKIT JANIN 1

Gambar
Segala  puji  kepunyaan  Allah.  Shalawat  dan  salam   semoga tercurahkan kepada Rasulullah. Wa ba'du.

Diantara kewajiban ahli fiqih muslim ialah berhenti di hadapan beberapa persoalan yang dihadapinya untuk menetapkan  beberapa hakikat penting, antara lain:

Bahwa kehidupan janin (anak dalam kandungan) menurut pandangan syariat Islam merupakan kehidupan yang harus dihormati, dengan menganggapnya  sebagai  suatu  wujud  yang  hidup  yang  wajib dijaga, sehingga syariat  memperbolehkan  wanita  hamil  untuk berbuka  puasa  (tidak  berpuasa)  pada bulan Ramadhan, bahkan kadang-kadang  diwajibkan  berbuka  jika  ia   khawatir   akan keselamatan    kandungannya.    Karena   itu   syariat   Islam mengharamkan tindakan melampaui  batas  terhadapnya,  meskipun yang   melakukan   ayah   atau   ibunya   sendiri  yang  telah mengandungnya dengan susah payah.  Bahkan  terhadap  kehamilan yang  haram --yang dilakukan dengan jalan perzinaan-- janinnya tetap tidak boleh  digugurkan, …

BERJABAT TANGAN ANTARA LAKI-LAKI DENGAN PEREMPUAN

Gambar
Pertanyaan:

Sebuah persoalan yang sedang saya hadapi, dan  sudah  barang tentu  juga  dihadapi  orang  lain,  yaitu  masalah berjabat tangan antara laki-laki dengan  wanita,  khususnya  terhadap kerabat yang bukan mahram saya, seperti anak paman atau anak bibi, atau istri saudara ayah atau istri saudara  ibu,  atau saudara  wanita  istri saya, atau wanita-wanita lainnya yang ada hubungan  kekerabatan  atau  persemendaan  dengan  saya. Lebih-lebih  dalam momen-momen tertentu, seperti datang dari bepergian, sembuh dari sakit, datang dari haji  atau  umrah, atau  saat-saat lainnya yang biasanya para kerabat, semenda, tetangga, dan teman-teman lantas menemuinya dan  bertahni'ah (mengucapkan  selamat  atasnya)  dan  berjabat tangan antara yang satu dengan yang lain.

Pertanyaan saya, apakah ada nash  Al-Qur'an  atau  As-Sunnah yang  mengharamkan  berjabat  tangan antara laki-laki dengan wanita,  sementara  sudah  saya  sebutkan  banyak   motivasi kemasyarakatan atau kekel…