Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Ma’iyatullah

Mengenai ma’iyatullah atau kebersamaan Allah, Salaf menjelaskan: Adapun firman Allah:    وهو معكم أينما كنتم “....dan Dia (Allah) selalu bersamamu di mana kamu berada.” (QS Al-Hadiid: 4) maksudnya bahwa Dia bersama kita: mengetahui, mendengar, dan melihat kita di manapun kita berada. Apa yang disebutkan sebelum dan sesudah ayat ini menjelaskan hal tersebut, seperti keterangan dalam Tafsir Ibnu Katsir.
 Bahwa hakekat pengertian kebersamaan Allah dengan makhluk tidak bertentangan dengan keberadaan Allah di atas ‘arsy, soalnya perpaduan antara kedua hal ini bisa terjadi pada makhluk. Contohnya seperti dikatakan: “Kami masih meneruskan perjalanan dan bulan pun bersama kami.”  Ini tidak dianggap kontradiksi dan tak seorangpun memahami dari perkataan tersebut bahwa bulan turun di bumi. Apabila hal ini bisa terjadi pada makhluk, maka bagi Al-Khaliq yang meliputi segala sesuatu –sekalipun berada di atas ‘arsy- tentu lebih patut lagi, karena hakekat pengertian ma’iyah (kebersamaan) t…

NU dan Peran Kesejarahannya ‘Mempraktekkan Nasihat Kruschov’

Benarkah NU tidak mengaku bahwa didirikannya organisasi kaum yang mempertahankan tradisi (entah sunnah entah bid’ah) itu sengaja untuk menghadapi kaum pembaharu yang memberantas bid’ah, khurafat, takhayul, dan kemusyrikan?
   Untuk membuktikan itu, maka perlu disimak pembelaan Abdurrahman Wahid dalam tulisannya tahun 1984 ketika ia tampak ingin jadi ketua PBNU. Berikut ini petikan tulisannya dengan judul NU dan Peranan Kesejarahannya.
“Kebanyakan penulis sejarah kita sering kurang adil dalam menilai NU. Umumnya mereka menganggap organisasi ini hanya sebagai reaksi belaka terhadap sesuatu yang lain. Ia lahir untuk ‘menghadapi’ organisasi yang mencanangkan pembaharuan, seperti Muhammadiyah. Mengherankan juga, sebuah organisasi lahir hanya sebagai reaksi adanya organisasi lain belaka. Seolah-olah tidak punya peranannya sendiri, tidak punya keabsahannya sendiri (ini istilah yang salah kaprah. Keabsahan datang dari kata Arab afshahiyah artinya kefasihan menyebut suatu kata. Padah…

KOREKSI PEMAHAMAN AHMADIYYAH DAN SALAMULLAH

Bagian 5;

Membandingkan antar Nabi yang satu dengan Nabi lainnya seperti yang dilakukan oleh para penganut Ahmadiyanisme [khususnya Qadiyan] itu dengan membanding2kan Isa dengan Muhammad, Muhammad dengan Musa dan seterusnya adalah satu kelancangan yang hanya ingin menampilkan sosok kelebihan Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai Rasul agar pengklaimannya dapat disetujui. Bukan pada tempatnya bagi manusia untuk menilai kemuliaan derajat antar para utusan Allah sebab memang manusia pada dasarnya tidak pernah tahu dan tidak pernah mengerti mengenai hal tersebut, penegasan 3:84 ini diulang kembali oleh Allah pada ayat 2:136. Pada ayat 2:253, 17:55 Allah dengan tegas mengatakan bahwa hanya Dia-lah yang patut mengadakan penilaian ketinggian derajat antar Rasul-Nya. Dan hal ini memang sudah sewajarnya sebab hanya Dia-lah yang lebih mengetahui dan memiliki otoritas penuh dalam menilai apa dan bagaimana karakter masing-masing utusan-Nya itu. Dalam catatan sejarah AlQur'an dipa…

Tafsir Kitab Johanes

Gambar
Beberapa waktu yang lalu kita sudah membahas Tafsir Kitab Kejadian, Tafsir Kitab Ulangan dan Tafsir Kitab Yesaya yang telah menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad Saw. Dan sekarang, sampailah kita pada Tafsir Kitab Yohanes, baik itu dari pemenuhan ramalan 'Isa al-masih yang diriwayatkan dalam Injil-nya, maupun juga dalam pemenuhan nubuat yang disebutkan sebagai wahyu kepadanya. Pada Tafsir Kitab Yohanes ini, saya akan mencoba memakai gaya penjabaran atau pendekatan penafsiran dengan menggunakan bahasa Islami didalam memaparkan ayat-ayat yang terdapat dalam Bible. "Dan tatkala 'Isa putra Maryam berkata: hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kamu, membenarkan Taurat yang turun sebelumku dan memberikan kabar gembira mengenai seorang Rasul sesudahku yang namanya Ahmad." (QS. ash-Shaff 61:6) Kita semua tahu, pengutusan 'Isa al-Masih terhadap umat Bani Israil adalah sebagai pelanjut risalah Taurat yang telah diturunkan melalui Nabi Musa …